π Kehidupan Awal di Jepang: Perumahan, Transportasi, dan Aturan Dasar
Ketika pertama kali tiba di Jepang, banyak hal yang terasa baru: tempat tinggal, cara naik kereta, aturan lingkungan, sampai cara membuang sampah. Artikel ini membantu kamu memahami semuanya dengan bahasa yang mudah.
π 1. Cara Mencari Tempat Tinggal di Jepang
Untuk pemula (pemagangan/SSW), biasanya tempat tinggal sudah disiapkan lembaga atau perusahaan.
Namun jika harus mencari sendiri, kamu bisa memakai:
-
Aplikasi pencarian rumah: Suumo, Homes, CHINTAI
-
Agen real estate (fudΕsan): biasanya ada banyak di dekat stasiun
-
Dorm perusahaan: lebih murah, sudah termasuk listrik/air/gas
Jenis tempat tinggal umum:
-
Apato (γ’γγΌγ): bangunan kecil 2–3 lantai, harga lebih murah
-
Mansion (γγ³γ·γ§γ³): apartemen gedung besar, lebih mahal & lebih tenang
-
Share house: tinggal ramai, lebih hemat
π΄ 2. Kisaran Harga Sewa
Harga sewa berbeda tergantung kota:
-
Kota besar (Tokyo, Osaka, Yokohama): ¥45.000–¥70.000 per bulan
-
Kota kecil/pedesaan: ¥25.000–¥40.000 per bulan
-
Dorm kerja: ¥10.000–¥25.000 per bulan
Biaya tambahan yang biasanya ada:
-
Listrik, air, gas
-
Internet
-
Kerja bakti lingkungan
-
Kadang ada “deposit” (shikikin) & “uang kunci” (reikin)
π 3. Cara Naik Kereta di Jepang
Transportasi utama di Jepang adalah kereta. Penggunaan kereta sangat mudah, tapi ada aturannya:
Cara naik kereta:
-
Tap kartu IC (Suica/Pasmo/ICOCA) di gate masuk
-
Lihat papan tujuan (biasanya warna biru, hijau, atau kuning)
-
Berdiri mengantre rapi
-
Masuk setelah penumpang di dalam keluar
-
Jaga suara tetap pelan
-
Tap keluar di gate tujuan
Etika di dalam kereta:
-
Jangan telepon
-
Volume musik jangan bocor
-
Letakkan tas di depan dada
-
Beri kursi untuk lansia, ibu hamil, orang sakit
π 4. Aturan Suara & Lingkungan
Jepang sangat sensitif dengan kebisingan.
Yang tidak boleh dilakukan:
-
Bicara keras-keras di luar malam hari
-
Menyalakan TV keras
-
Pesta di kamar/apartemen
-
Menjejak lantai atau menyeret barang
Jika tetangga terganggu, mereka bisa lapor ke pemilik gedung (dan kamu bisa kena teguran).
π️ 5. Cara Membuang Sampah (Garbage Sorting)
Ini bagian yang paling sering jadi masalah bagi orang Indonesia.
Setiap kota punya aturan berbeda, tapi umumnya dibagi:
-
Burnable (ε―ηγγΏ): sampah dapur, kertas
-
Non-burnable (δΈηγγΏ): kaleng bekas, alat elektronik
-
PET bottle: plastik botol
-
Recycle: kardus, botol kaca
-
Oversized (η²ε€§γγΏ): barang besar seperti kasur, kipas
PENTING:
Sampah harus dibuang di hari tertentu, dan harus memakai kantong resmi kota.
Kalau salah buang → petugas tidak akan mengambil → sampah ditinggal dengan catatan teguran.
πͺ 6. Konbini (Minimarket Jepang)
Konbini seperti 7-Eleven, Lawson, FamilyMart sangat membantu pemula.
Di konbini kamu bisa:
-
Beli makanan cepat saji
-
Bayar listrik/air/gas
-
Bayar belanja online
-
Print/fotokopi
-
Tarik uang ATM
-
Beli tiket konser/kereta
Konbini buka 24 jam dan pelayanannya sangat rapi dan sopan.
π³ 7. Kartu IC (Suica / Pasmo)
Kartu ini penting banget! Fungsinya:
-
Naik kereta
-
Naik bus
-
Belanja di konbini
-
Beli minuman di vending machine
-
Masuk beberapa fasilitas
Cara mendapatkannya:
-
Mesin tiket otomatis di stasiun besar
-
Isi saldo langsung dari mesin
Hampir semua pekerja baru wajib punya kartu IC.
π 8. Internet & HP Jepang
Agar bisa dipanggil perusahaan atau sekolah bahasa, kamu harus punya nomor Jepang.
Pilihan kartu HP Jepang:
-
Docomo
-
Softbank
-
AU
-
Rakuten Mobile (paling murah)
Harga paket internet:
Sekitar ¥2.000–¥4.000 per bulan (tergantung provider).
Jika tinggal di dorm, biasanya sudah ada wifi. Jika tidak, kamu bisa sewa wifi portable atau home router.
π Contoh Real: Pengalaman Siswa Indonesia Baru Tiba di Jepang
Rizky, 18 tahun, SSW Caregiver di Fukuoka
“Saya kaget karena kos saya sangat sunyi. Jam 10 malam sudah tidak boleh berisik.
Buang sampah juga ribet—harus memilah dan buangnya ada jadwalnya.
Tapi naik kereta gampang banget pakai Suica.
Yang paling membantu itu konbini, karena semua bisa dibayar di sana.”
Komentar
Posting Komentar